Sinopsis Film Peter Rabbit, Film Yang Tak Pantas Untuk Ditonton Oleh Anak-Anak Tanpa Didampingi Orang Tua

http://alternativesitusjudi.com/ – Ketika melihat kelinci berjaket biru, kita seakan kembali kemasa kecil dengan kisah-kisah seputar binatang yang dapat bicara dan menggunakan baju. Siapa lagi seandainya bukan Helen Beatrix Potter, seorang penulis dan ilustrator legenda dari Inggris yang mempopulerkan kisah-kisah fiksi tersebut. Peter Rabbit sendiri, ialah film yang diubahsuaikan dari karakter tokoh buku The Tale of Peter Rabbit (1902) karangan Potter. Tapi, kosep yang diusung oleh film ini sedikit berbeda dari buku aslinya.

Dalam film Peter Rabbit ini, diceritakan Peter (James Corden) ialah kelinci berjaket biru yang tinggal dengan ketiga orang adik perempuannya bernama Flopsy (Margot Robbie), Mopsy (Elizabeth Debicki), dan Cotton Tail (Daisy Ridley). Kecuali tiga orang adik perempuannya, Peter juga selalu ditemani oleh sepupu laki-lakinya bernama Benjamin (Colin Moody) yang selalu menuruti apa malah instruksi yang diberi oleh Peter.

Tak menggunakan prolog yang panjang, bagian permulaan film Peter Rabbit lantas diisi oleh perselisihan Peter dan saudara-saudaranya yang hendak mencuri sayuran untuk makan dari kebun dekat rumah mereka, milik seorang kakek tua bernama McGregor (Sam Neill). Peter sangat membenci McGregor karena sudah membunuh ayahnya saat mencari makan untuk keluarga mereka di kebun tersebut. Tak tanggung-tanggung, McGregor juga menciptakan Ayah Peter sebagai menu makan malam. Sedangkan kejadian itu terjadi saat Peter masih kecil, dia masih belum dapat melupakan dan memberi maaf si tua McGregor.

Peter Rabbit yang usil tak menyerah dan konsisten kembali untuk mencuri sayuran walaupun McGragor memasang banyak perangkap kelinci di kebunnya. Sampai suatu hari, Peter tertangkap. Tapi, saat hendak membunuh Peter, McGregor tiba-tiba terkena serangan jantung dan meninggal ditempat. Sebab McGragor tak memiliki buah hati, rumah dan kebunnya diwariskan pada keponakannya yang masih muda dan tinggal di London.

McGregor muda (Domhnall Gleeson) jauh-jauh datang dari London ke desa untuk melihat rumah yang diwariskan untuknya dan mendapati rumah tersebut semrawut dan penuh dengan binatang karena diaplikasikan oleh Peter untuk pesta malam harinya. Kelakuan Peter yang sering mencuri dan mengacak-acak rumahnya, membikin McGregor muda membenci Peter dan ingin membasminya. Akan melainkan, McGregor muda sangat suka seorang pelukis yang tinggal di samping rumahnya yang bernama Bea (Rose Byrne). Sayangnya sifat mereka berdua sangat berbanding terbalik. McGregor muda membenci Peter dan saudara-saudaranya, walaupun Bea sangat menyayangi binatang, termasuk Peter dan saudara-saudaranya. McGregor muda mesti pura-pura berteman dengan para kelinci sambil mencari sistem menyingkirkan mereka. Peter Rabbit yang jengkel dan cemburu dengan kedekatan mereka berdua malah semakin jengkel dan tak ketahui lelah berulah untuk mengagalkan agenda McGregor muda. Perang perangkap antara Peter dan McGregor muda malah tak dapat terhindarkan. Bagaimanakah kelanjutan pertikaian Peter dan McGregor muda? Siapakah yang sukses menerima hati Bea?

Peter Rabbit disutradarai oleh Will Gluck yang juga pernah menggarap film Easy A (2010) dan Annie (2014). ini juga dibintangi oleh pemeran film pria-pemeran film pria ternama seperti James Corden, Daisy Ridley, Elizabeth Debicki, Margot Robbie, Rose Byrne, Domhnall Gleeson, dan Sam Neill.

Gluck mengubah Peter Rabbit old school ala Potter menjadi Peter dengan sentuhan modern. Tapi ini dapat menjadi kelebihan sekalian kekurangan dalam film ini. Penggemar Potter mungkin akan banyak yang protes dan mencibir. Info di sisi lain, konsep Peter yang lebih modern membikin film ini menjadi segar dengan hal-hal beraroma kekinian dan guyonan ala jaman sekarang yang sukses membikin penonton tertawa dan terhibur.

Peter Rabbit dapat disejajarkan dengan Peddington (2014) karena berkonsep sama ialah gabungan antara animasi dan kehidupan riil. Kedua animasi buah hati-buah hati ini sama-sama menonjol hidup dan lucu. Tapi-isu yang merekat di dalamnya juga memperbarui cerita buah hati-buah hati yang sudah ada sehingga membikin cerita ini konsisten hidup untuk generasi baru. Tapi, film ini juga sesungguhnya bukan film yang ideal untuk ditonton oleh buah hati-buah hati seandainya tanpa pendampingan orang tua karena banyak mengandung elemen kekerasan. Sama seperti seandainya kita melihat film cartoon legenda Tom & Jerry.

Ini juga diisi oleh soundtrack yang membikin atmosfer film Peter Rabbit ini jadi sangat kekinian seperti soundtrack dari band asal Amerika, Vampire Weekend sampai DJ tenar Mark Ronson. Dan yang paling diingat dalam film ini ialah lagu berjudul “Feel It Still” karya Portugal The Man yang menjadi backsound pada trailer Peter Rabbit dan memenangkan Grammy tahun ini sebagai best pop duo/group performance.